-->

Personal Pronouns dan To Be

 

Halo! Selamat datang kembali. Mari kita lanjut melatih otot bahasa Inggris kita.

​Hari ini kita masuk ke materi yang sering dianggap "ah, ini mah pelajaran anak SD", yaitu Personal Pronouns (Kata Ganti Orang) dan To Be. Tapi tunggu dulu, jangan diremehkan! Ini adalah fondasi sekaligus penentu utama apakah kalimat yang keluar dari mulutmu nanti bakal kokoh atau justru reyot dan bikin bingung.

​Yuk, kita bedah dengan cara yang simpel dan langsung nempel di otak!

​1. Personal Pronouns: Siapa Bertemu Siapa?

​Dalam bahasa Indonesia, kita punya kata ganti yang cukup konsisten (Saya, Kamu, Dia, Mereka). Mau ditaruh di depan kalimat sebagai pelaku, atau di belakang sebagai korban, bentuk katanya tidak berubah:

  • Saya suka dia.
  • ​Dia suka saya. (Kata "Saya" tetap menjadi "Saya").

​Nah, di bahasa Inggris, kata ganti ini bisa berubah wujud tergantung posisinya: apakah dia yang melakukan aksi (Subject) atau dia yang menerima aksi (Object).

Subject (Pelaku di Depan)

Object (Korban di Belakang)

Tips Mengingat Ringkas

I

Me

Bukan "She loves I", tapi "She loves me".

You

You

Paling setia, wujudnya tidak berubah sama sekali.

They

Them

"I called them" (Aku menelepon mereka).

We

Us

Bukan "Join with we", tapi "Join with us".

He (Laki-laki)

Him

Untuk cowok tunggal.

She (Perempuan)

Her

Untuk cewek tunggal.

It (Benda/Hewan)

It

Untuk satu benda/hewan/situasi.

2. To Be: Jembatan "Asisten" yang Sering Terlupakan

​Ini dia musuh bebuyutan lidah orang Indonesia: To Be (Am, Is, Are).

​Kenapa kita sering lupa pakai To Be? Karena di bahasa Indonesia, kita tidak punya konsep ini. Kita bisa langsung bilang "Saya lelah" atau "Dia seorang guru".

​Di bahasa Inggris, sebuah kalimat wajib punya Kata Kerja (Verb). Kalau di kalimat tersebut tidak ada aksi fisik (seperti makan, minum, lari), maka To Be wajib hadir sebagai kata kerja bantu (jembatan).

​🧩 Pasangan Sejati (Jangan Ditukar-tukar!)

  • I ​→ am (I am)
  • You / They / We ​→ are (You are, They are, We are)
  • He / She / It ​→ is (He is, She is, It is)

​💡 Kapan "To Be" Wajib Muncul? (Rumus 3 Penjuru)

​Gampangnya, pasang To Be jika setelah kata ganti diikuti oleh 3 hal ini:

  1. Kata Sifat (Adjective):
    • Salah: I tired. ❌
    • Benar: I am tired.  (Saya lelah).
  2. Kata Benda (Noun/Profesi):
    • Salah: She a writer. ❌
    • Benar: She is a writer. 📝 (Dia seorang penulis).
  3. Tempat / Keterangan (Adverb of Place):
    • Salah: We in the office. ❌
    • Benar: We are in the office. 🏢 (Kita di kantor).

​3. Kesalahan Umum yang Bikin "Geli" Native Speaker

​Karena refleks bahasa Indonesia kita sangat kuat, sadar atau tidak, kita sering melakukan dua dosa To Be ini:

​❌ Dosa 1: Double Kata Kerja (Serakah)

​Banyak orang yang terlalu rajin memasukkan To Be ke semua kalimat, padahal kalimat itu sudah punya kata kerja asli.

  • Salah: I am agree with you. ❌
  • Salah: He is love coffee. ❌
  • Benar: I agree with you / He loves coffee. (Ingat: Kalau sudah ada kata kerja aksi seperti 'agree' atau 'love', To Be-nya harus minggir!)

​❌ Dosa 2: Memakai "It" Tanpa "Is"

​Saat menunjuk sesuatu atau situasi, kita sering lupa menyertakan is.

  • Salah: It good! ❌
  • Benar: It is good! atau disingkat It's good!
  • Salah: It raining. ❌
  • Benar: It's raining. 🌧️

​Trik Singkat Biar Nggak Kedengaran Kaku: Gunakan Contractions (Singkatan)

Native speaker hampir tidak pernah mengucapkan "I am happy" atau "She is busy" secara terpisah di obrolan sehari-hari, kecuali mereka sedang sangat serius atau marah. Mereka selalu menyingkatnya (contractions) agar bicaranya mengalir lancar.

  • ​Instead of I am, say ​→ I'm (Aym)
  • ​Instead of You are, say ​→ You're (Yor)
  • ​Instead of We are, say We're (Wir)
  • ​Instead of They are, say They're (Der)
  • ​Instead of He is / She is, say ​→ He's / She's (Hiz / Shiz)
  • Contoh Perbandingan:

    Buku Teks: "I am sorry, he is not here. They are in the kitchen." (Terdengar robotik).

    Dunia Nyata: "I'm sorry, he's not here. They're in the kitchen." (Terdengar luwes dan natural).


    Kesimpulan

    Menguasai Pronouns dan To Be itu seperti memasang fondasi rumah. Begitu kamu refleks memasangkan I'm, You're, atau She's dengan benar tanpa perlu berpikir keras lagi, menyusun kalimat panjang ke depannya akan terasa jauh lebih gampang dan tanpa stres.


    Gimana, fondasi dasarnya sudah makin mantap? Mau lanjut ke bagian berikutnya tentang Action Verbs (kata kerja aksi) dan bagaimana membuat kalimat kerja sederhana, atau ada bagian lain yang mau kita ulik dulu?





OD Riadi
Hai, saya akan berterimakasih sekali jika berkenang memberikan tanggapan atau komentar perihal artikel ini. Bila sempat, mohon bagikan ke sosmed berikut, supaya teman kamu juga tahu.

Related Posts

Posting Komentar

Subscribe Our Newsletter